Posted by : bakhru thohir Kamis, 11 Oktober 2018

[Sumber: kompasiana.com/marganda/]
Saya kira, saat ini tidak semua dari kita masih ingat tentang apa saja materi yang didapat saat belajar di SD dulu. Bisa jadi banyak diantara materi-materi itu telah dilupakan, baik dengan sengaja atau tidak sengaja. Bukan karena kita bergerak semakin bodoh, tapi saya kira lebih pada faktor karena ilmu itu tidak kita amalkan terus-menerus dan tidak menjadi topik perbincangan yang selalu didiskusikan setiap hari.

Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa apa yang kita lakukan setiap hari, ya itulah yang kita kuasai. Aku percaya ini dan telah mengalaminya. Dahulu, saat aku diterima kuliah di jurusan kimia secara cuma-cuma, aku cukup was-was tidak bisa mengikuti materi kimia yang saat itu aku pelajari, tidak berlebihan karena memang aku membawa nol modal dari SMA tentang ilmu kimia ini. Tapi, salah satu seniorku pernah berujar yang bersumber dari pengalaman pribadinya, bahwa tidak perlu takut tidak bisa mengikuti dan memahami kuliah di kimia, karena saat kimia sudah menjadi kebiasaan dan kita baca setiap hari, hal itu akan serta merta bisa kita pahami, cukup nikmati saja prosesnya. Dan ya, meskipun aku tidak pintar-pintar amat soal kimia, bahkan jauh dari kata mengerti, tapi setidake aku sudah tidak gugup saat membincangkan kimia dengan orang-orang yang memang ketahuan dia pintar kimia.

Lalu, yang selain kimia apa kabar? Bahasa arab, PPKn, Geografi, Sejarah, Ekonomi, Fiqih, Akidah Akhlak dan mata pelajaran lain yang dulu juga aku pelajari. Masih ingatkah tentang hal-hal itu saat ini?

Saya kira sudah banyak berkurang, meskipun tidak sepenuhnya lupa. Dan kalau tak rasa-rasa, yang aku ingat sampai saat ini ya hal-hal yang masih aku lakukan, semisal tata cara solat dan wudhu, yang kalau tidak salah itu diajarkan saat masih sekolah di tingkat dasar.

Sistem sekolah kita mewajibkan siswa-siswinya untuk memahami segala hal, baru di penghujung SMA kita diarahkan kepada hal yang kita minati, ya itupun masih amat luas sebenarnya. Sehingga potensi lupa pada materi-materi yang telah lama semakin sulit dihindari.

Karena semakin banyaknya hal yang harus kita pelajari itu, tentu semakin sulit juga kita dapat mengingat semuanya, dan merawat ilmu-ilmu tersebut.

Lantas, apakah kita memang tak bisa hidup dengan segala ilmu-ilmu tadi?

Saya kira bisa, tapi tentu dengan sebuah usaha yang tidak mudah juga, yakni dengan terus menerus dipelajari, alias selalu ada pembacaan ulang terkait materi-materi yang telah dipelajari dulu-dulu.

Karena setiap hari, kita selalu menerima informasi yang baru, bisa berupa penglihatan atau pendengaran, sehingga sistem dalam tubuh kita pun hanya menyimpan sesuatu yang paling menarik atau paling kita butuhkan. Selebihnya mungkin akan disimpan di memori jauh kita (long term memory), atau bisa jadi sudah benar-benar kita lupakan. Contoh mudahnya, bisakah teman-teman menarasikan apa saja yang terjadi kemarin dengan detail dari bangun sampai tidur lagi? Lalu kemarin lusa dan kemarin lusanya lagi? Tentu sangat sulit kan, karena memang tidak semua dapat kita ingat, kecuali yang sengaja diingat atau menarik untuk diingat.

Lalu bagaimana agar kita bisa mengingat suatu hal dengan jangka ingat yang lama?

Bisa dengan terus dipelajari, didiskusikan, bisa juga dengan diposisikan menjadi hal yang penting dalam hidup dan yang paling mujarab menurutku adalah dengan selalu dilakukan dalam hidup.

Lah, ente belajar kimia, gimana bisa diterapkan dalam hidup, kan kimia serta ilmu-ilmu teori seperti fisika dan matematika gak tergolong ilmu praktis seperti tata cara berbuat baik kepada orang tua yang jelas-jelas bisa langsung kita lakukan?

Itu memang sekaan-akan benar, tapi kalau mau dicermati, kimia itu malahan sesuatu yang tidak mungkin bisa lepas dari kehidupan kita, sehingga mempelajari kimia bisa juga menjadi ilmu memahami hidup. Saat kita menyeduh kopi, bernafas, tidur, olahraga, dan lain-lain, semuanya ada proses kimia yang terlibat, kalau kita menyadari itu, ya tentu mengetahui kimia secara lebih, bisa menjadi modal yang sangat baik dalam proses memanusiakan manusia.

Setelah ini mari kita bahas tentang dekatnya kimia dalam hidup di tulisan khusus.

Sehingga, dalam proses selalu mengulang-ulang hal yang dipelajari, membuat aku mengamini bahwa guru itu pintar bukan hanya karena beliau-beliau itu mengerti tentang apa yang beliau ucapkan, tapi beliau selalu mempelajari hal itu secara berulang-ulang. Setiap hari, setiap minggu, bulan, semester dan tahun.

Lalu, bisakah ilmu itu terlupakan, hilang atau menguap? Ya bisa saja, kalau ilmu itu tidak dibaca ulang, didiskusikan kembali, tidak dipraktekkan dan dirawat dengan baik.

Sehingga, terus belajar adalah sebuah jalan yang dapat kita lakukan dalam mencintai dan
merawat ilmu. Wallahu A’lam


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Tengok Sahabat

Diberdayakan oleh Blogger.

Top Stories

About

- Copyright © Tigabelas! -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -