Posted by : bakhru thohir Minggu, 16 Agustus 2015


Malang, kamis tigabelas agustus 2015

Selamat sore Indonesia, sore yang hangat dibumi arema yang beberapa hari lalu baru merayakan ulang tahunya. Sore yang indah ditemani dengan segelas kopi dan cakap-cakap hangat bersama teman-teman di tempat yang humanis ini.
Sudah cukup lama penulis tidak mencoretkan keresahan otaknya dalam sebuah tulisan, cukup lama sejak sebelum bulan puasa kemarin. Sampai pada beberapa hari yang lalu di tanya oleh seorang senior, “tak punyakah tulisan atau catatan oleh-oleh dari jombang kemarin?”. Pertanyaan tersebut nyatanya cukup mengusik ketenangan hati penulis, karena sudah cukup lama tidak menulis pengalaman pribadi. Karena itulah saat ini penulis begitu bergairah menulis kembali dan membagi isi otak yang membelengu penulis.
Tema yang ingin dibagi penulis saat ini adalah seputar oleh-oleh dari kota ijo abang (jombang) beberapa saat yang lalu. Yang mana pada tanggal 1-5 agustus kemarin jombang telah melaksanakan perhelatan akbar “muktamar ke-33 NU”.
Muktamar NU yang ke-33 kemarin mengangkat tema besar yakni islam nusantara. Banyak pendapat baik dari sangahan positif, negatif, memuji dan menghujat. Beruntungnya buat kami selaku generasi muda Indonesia ini, kita diberikan banyak sekali pandangan-pandangan yang luar biasa dengan berbagai isi dari banyak sudut pandang. Yang semakin memperkaya khasanah keilmuan untuk memantapkan pengetahuan tentang islam nusantara. Agar kita tidak hanya suka pada istilah itu tanpa dasar. Membuat kita mengerti pandangan positif dan negatif pada pemikiran itu.
Satu hal yang ingin penulis bagikan dari banyak pandangan terkait islam nusantara yang sudah penulis terima, dan menurut penulis pandangan ini yang paling cocok dengan jiwa penulis. Pandangan yang lebih penulis terima adalah pandangan historis terkait istilah itu. Indahnya islam nusantara dimaknai dari sisi sejarah bagaimana islam itu masuk ke tanah nusantara.
Penyebaran islam diberbagai wilayah mengunakan metode yang berbeda-beda, kita ketahui cerita bagaimana nabi berdakwah dan menyebarkan agama islam sampai diteruskan oleh sahabat-sahabat dan para ulama’ penerus. Metode yang digunakan dalam berdakwahpun berbeda-beda setiap masing-masing wilayah, sehinga corak islam masing-masing daerah pun berbeda. Perbedaan ini mempengaruhi sampai ke sendi-sendi kehidupan, dari kehidupan sosial, politik, budaya, adat bahkan sampai cara bermuamalah. Dan dari proses masuknya islam ke berbagai daerah akan melahirkan berbedaan sosial dalam menangapi dan menjalankan kehidupan ber-islam tersebut.
Kita ketahui bahwa islam masuk ketanah eropa, asia barat serta afrika melalui proses penguasaan tanah oleh sultan-sultan islam pada saat itu, sehinga tanah yang berhasil dikuasai dapat dengan mudah dirubah tatanan sosial budanyanya. Tanah yang dikuasai hasil perang dapat dipaksa mengikuti aturan pemenang perang sampai meminta untuk semua warga masuk islam pun lumrah terjadi.
Mari kita lihat perbedaan yang mencolok proses masuk islam kewilayah-wilayah eropa, asia barat dan afrika dengan proses islam masuk ke tanah nusantara. Proses islam masuk ketanah nusantara sebagai buah bertamu dan masuk menjadi keluarga tanpa ada proses perang memperebutkan tanah kekuasaan.
Dapat dikatakan bahwa islam masuk ke tanah nusantara sebagai tamu, tinggal disini dan kemudian menjadi keluarga. Dan karena proses tersebut membuat budaya yang berkembang di sini adalah cirikhas islam yang toleran, santun dan mampu menghargai perbedaan. Sehingga islam nusantara disini dapat dikatakan bukanlah sebuah aliran baru dalam islam, namun cukup cirikhas islam yang merangkul budaya negeri ini. Negeri ini kaya akan bedaya, suku dan ras, sehingga islam dapat merangkul semua elemen tersebut. Dan dengan adanya islam nusantara ini bukanlah mengeser eksistensi islam sebagai agama rahmatal lil alamin, tetapi malah semakin mengokohkan keniscayaan bahwa islam benar-benar agama rahmatal lil alamin yang menyejukkan kemoderatan negeri ini tampa ada diskriminasi.

Demikian sedikit coretan ringan dan bodoh ini, mohon maaf apabila ada kesalahan dan menyinggung, semoga kita semua lebih baik dan negara ini juga dapat menjadi negara yang semakin moderat dan menjadi rumah yang sejuk untuk semua penghuninya. Amin.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Tengok Sahabat

Diberdayakan oleh Blogger.

Top Stories

About

- Copyright © Tigabelas! -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -